
Sejatinya sabar itu adalah sesuatu hal yang mudah diucapkan tapi sulit untuk di lakukan. Dalam perjalanan hidup, ada banyak hal yang terjadi di setiap prosesnya. Misalnya, seorang penuntut ilmu yang harus melewati banyak proses di dalamnya sangat membutuhkan sifat sabar. Karena dalam menuntut ilmu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak rintangan dan tantangan yang harus di lewatinya. Untuk melewati banyak hal tersebut, penuntut ilmu harus menanamkan karakter sabar dalam dirinya bahwa semua yang di jalaninya pasti akan berlalu.
Banyak sekali orang-orang yang ada di sekitar kita tidak dapat menyelesaikan pendidikan sampai tahap akhir. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor diantaranya karena biaya yang terkendala atau karena hal lain yang menimpanya sehingga tidak bisa menyelesaikan pendidikan sampai tahap akhir. Sebenarnya faktor-faktor tersebut bisa saja diatasi jika dalam diri kita sudah tertanam kesabaran sejak awal. Kita tidak perlu merasa sedih pada keadaan yang menimpa kita. Kita hanya perlu meyakinkan diri bahwa kita bisa melalui semua itu dengan berpikir panjang. Setelah kita yakin, mulailah dengan menyusun rencana dan mencari solusi agar pendidikan tetap terselesaikan sampai tahap akhir.
Kita bisa membagi waktu dengan bekerja paruh waktu tanpa mengganggu aktivitas belajar. Kita manfaatkan waktu kosong untuk melakukan hal-hal yang produktif agar dapat menyisihkan sebagian biaya pendidikan yang terkendala tadi. Yang perlu di perhatikan adalah cara yang kita lakukan bernilai positif dan berasal dari hati yang tenang. Karena pada intinya kesabaran muncul pada hati yang tenang dengan cara-cara yang positif. Selain itu, kita harus selalu berprasangka baik atau berhusnudzon kepada Allah. Dan yakin juga bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Hal ini dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa :
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya.” (QS. Al-Baqarah:286).
Ujian lain yang sering dialami dan bahkan mengganggu pikiran para penuntut ilmu di daerah perantauan adalah banyaknya kritikan atau komentar negatif dari orang-orang yang berusaha menghakimi bahkan menjatuhkan tanpa mengetahui apa yang terjadi. Mereka hanya mengetahui disaat kita telah meraih kesuksesan dari ilmu tersebut. Mereka tidak mengetahui bahwa dalam peraihan tersebut membutuhkan banyak perjuangan dan proses panjang yang di lewati. Ada istilah dalam pepatah bahwa “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Makna dari pepatah tersebut sangat dalam. Kesuksesan atau keberhasilan seseorang tidak ada yang diraih secara instan. Seperti yang dikatakan oleh Ustadzah DR. Oki Setiana Dewi, S.Hum.,M.Pd bahwa perjalanan dalam meraih kesuksesan itu dibutuhkan perjuangan sampai berdarah-darah dan fokus menjalani proses disetiap tangga kesuksesan tersebut. Di dalam perjuangan dan proses tersebut diperlukan sifat sabar sebagai penopang utamanya agar tetap kokoh dan tidak mudah goyah atas kritikan atau komentar negatif dari orang-orang yang tidak menyukai kita.
Sebagai penuntut ilmu, kita harus menjadi manusia yang berjiwa kuat. Yang tidak mudah terpengaruh sama hal-hal yang membuat kita rapuh. Kita tidak perlu memikirkan itu karena orang yang menyukai kita, apapun keburukan yang ada pada diri kita, ia tetap akan menyukai kita. Begitu pun sebaliknya, orang yang tidak menyukai kita apapun kebaikan yang ada pada diri kita, ia tetap tidak akan menyukai kita. Kita hanya perlu yakin bahwa Allah selalu menunjukan kebaikan di balik setiap prosesnya.
Allah menciptakan alam semesta melalui beberapa proses. Bumi berotasi mengelilingi matahari melalui beberapa proses. Begitu pun kita sebagai manusia yang berjiwa sukses dalam menuntut ilmu harus melalui beberapa proses. Sebenarnya Allah telah menunjukan kepada kita bahwa segala sesuatu yang terjadi telah melalui serangkaian proses. Dari hal yang paling besar sampai hal yang paling kecil.
Kita sebagai manusia yang ingin meraih kesuksesan ilmu yang tinggi, hanya perlu menjalankan proses tersebut dengan kesabaran yang penuh dan kuat. Untuk hasil akhirnya Allah lah yang menentukan segalanya. Apapun hasil akhirnya yang Allah berikan, kita perlu bersyukur dan bersabar dengan penuh keikhlasan. Kita juga harus yakin bahwa di balik semua ketentuan Allah ada kebaikan di dalamnya.
Tetap lah fokus pada tujuan hidup, fokus pada proses yang akan dijalani. Apabila kita berada di masa-masa sulit, anggaplah masa-masa sulit tersebut bagian dari proses yang di jalani menuju keberhasilan. Jadikan kesabaran sebagai penopang masa-masa sulit tersebut. Karena tanpa kesabaran, kita tidak akan memahami bahwa masa-masa sulit tersebut adalah sebuah proses menuju pencapaian target kesuksesan yang harus disyukuri. Allah menciptakan kesulitan, dan Allah juga menciptakan kemudahan di dalam penyelesaiannya. Kita tidak perlu mengeluh disaat berada pada tingkat kesulitan yang tinggi. Karena setelah itu akan ada kemudahan yang ditunjukan oleh Allah. Hal ini di katakan dalam Al-Qur’an bahwa :
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah:5-6).
Tinggalkan komentar