Sabarnya Orang Yang Berhijrah di Jalan Allah

Menurut Imam Al Asfahani, hijrah dapat di artikan sebagai berpisahnya seseorang dengan yang lain, baik berpisah secara badaniah, lisan atau dengan hati. Imam Al Asfahani menjelaskan tentang hijrah ini hanya berdasarkan dari sisi bahasa tanpa melihat aspek yang lainnya.

Ada juga yang beranggapan bahwa seseorang yang berhijrah merupakan orang yang ingin berubah yaitu berubah dari arah yang tidak baik menjadi kearah yang lebih baik yang diridhoi oleh Allah. Namun, orang yang berhijrah tidak langsung berubah begitu saja. Banyak ujian yang terjadi dalam proses berhijrah tersebut. Diantaranya ada orang tua yang merasa aneh setelah melihat anaknya yang berhijrah, ada cibiran-cibiran, cemoohan, hujatan dari luar yang menganggap kita salah jalan baik itu dari teman maupun orang-orang yang kenal sama kita. Mereka tidak menyadari bahwa berhijrah telah diperintahkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an antara lain :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah:218).

Orang yang berhijrah dengan dasar niat hanya karna Allah memiliki tujuan semata-mata hanya untuk meraih rahmat dan ridho Allah. Berhijrah bukan hanya dari segi pakaian, yang awalnya berpakaian tidak sopan menjadi berpakaian lebih sopan yang sesuai syariat. Namun, hijrah juga ada dari segi akhlak yang dapat diubah, yang awalnya dari tidak baik menjadi lebih baik. Selain itu, dari segi pemikiran juga, yang awalnya selalu berpikiran negatif atau suudzon terhadap Allah maupun terhadap orang lain, dapat di ubah menjadi berpikiran positif atau selalu berhusnudzon kepada Allah. Karena dalam berhijrah itu ada banyak proses yang harus di jalani. Berhijrahlah atas dasar niat karena Allah sebelum pintu tobat ditutup dan bersabarlah dalam menghadapi setiap ujian yang ada dalam proses hijrah tersebut.

Dengan berhijrah di jalan Allah kebaikan apa pun yang kita inginkan insya Allah bisa di dapatkan dengan mudah. Yang penting tetap istiqomah seberat apapun tantangannya. Hijrah juga membutuhkan semangat perjuangan yang tinggi. Apabila kita semangat melawan godaan-godaan berat dalam proses berhijrah seperti lingkungan yang tidak mendukung dan juga iman yang naik turun, maka Allah akan mudahkan karena niat kita berhijrah hanya untuk Allah. Apa pun ujian yang terjadi dalam proses hijrah kita, jika kita menjalaninya dengan tekad yang kuat dan semangat yang tinggi maka akan terasa mudah kita rasakan. Seberat dan sesulit apa pun ujian tersebut, kita harus selalu sabar menjalani prosesnya.

Ketika kita memutuskan untuk berhijrah, maka segala macam cobaan, hambatan, dan kesulitan banyak bermunculan diantaranya sahabat-sahabat terdekat menjauhi kita. Rasa sedih pada saat sahabat-sahabat menjauhi kita pasti menyelimuti diri kita pada saat itu. Namun hal tersebut wajar karena mereka pasti akan merasa tidak nyaman dengan kondisi yang baru pada diri kita. Mereka belum siap melihat perubahan yang ada pada diri kita baik itu dari segi pakaian, pemikiran, akhlak ataupun hal lainnya pada saat ini. Masalah tersebut tidak perlu diperbesar selagi kita yakin bahwa Allah selalu bersama kita. Disaat kita yakin Allah selalu bersama dengan kita, maka kebaikan akan selalu berdampingan dengan kita pula. Ketika kita telah berhijrah menjadi orang baik dan memiliki pemikiran yang positif, maka akan di hadirkan juga orang-orang baik yang memiliki pemikiran-pemikiran yang positif pula seperti sahabat-sahabat baru. Sahabat-sahabat yang akan selalu membawa dan mendampingi kita pada hal-hal kebaikan.

Selain hal-hal diatas, ujian dalam berhijrah juga banyak terdapat pada karier seseorang. Ada yang beranggapan bahwa dengan berhijrah maka kariernya akan merosot. Kita sebagai manusia berpikir bahwa rezeki hanya dapat di upayakan melalui kerja keras tanpa melibatkan iman dalam diri. Kita bekerja mati-matian mengejar materi duniawi tanpa melibatkan Allah di dalamnya. Padahal kalau kita sadari dengan baik bahwa apa yang kita miliki di dunia ini adalah kepunyaan Allah yang hanya di titipkan dan di amanahkan kepada kita sebagai manusia agar di jaga dan di pergunakan di jalan Allah. Dalam berkarier kita perlu kerja keras serta dengan selalu melibatkan Allah di dalamnya dengan memperhatikan hal-hal yang sesuai dengan syariat agar apa yang kita dapat menjadi berkah.

Untuk mendapatkan karier yang bagus, kita tidak bisa mendapatkannya dengan bersantai-santai. Kita memerlukan perjuangan berupa ikhtiar yang bersungguh-sungguh dan tetap menghadirkan Allah di dalamnya. Kita harus yakin bahwa ikhtiar dalam berkarier dengan menghadirkan Allah di dalamnya dapat menghasilkan rezeki yang berkah. Dalam ikhtiar tersebut tentu kita memerlukan kesabaran yang tinggi karena akan ada ujian-ujian di dalamnya yang membuat kita untuk tidak semangat dalam melakukannya. Ujian-ujian tersebut diantaranya berupa keadaan pakaian pada wanita yang ingin berkarier. Ada banyak wanita-wanita dalam berkarier tidak memperhatikan keadaan pakaiannya yang sesuai syariat demi mengejar karier semata. Padahal sudah jelas bahwa kita sebagai muslimah diwajibkan menutup aurat sesuai dengan perintah Allah. Hal tersebut adalah salah satu contoh dalam berkarier tanpa menghadirkan Allah di dalamnya. Oleh karena itu, apabila dalam pekerjaan kita dituntut untuk berpakaian tidak sesuai syariat Allah maka kita perlu memilih untuk meninggalkannya. Yakinlah bahwa rezeki kita tidak akan tertukar dan Allah akan menggantikannya dengan pekerjaan yang lebih baik. Kita hanya sabar menunggu kebaikan itu datang dan tetap berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Hal ini di katakan dalam Al-Qur’an bahwa :

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-An’fal:74).

Kita tidak perlu ragu akan ketetapan Allah. Keputusan kita untuk berhijrah di jalan Allah merupakan sudah keputusan yang terbaik. Apapun itu ujiannya, seberat dan sesulit apapun itu, apabila dalam hati kita sudah tertanam kebaikan dan dihadapi dengan rasa sabar maka Insyaa Allah akan ada banyak jalan untuk meraih karier. Tetaplah istiqomah dan berdoa meminta kepada Allah agar selalu dikuatkan dalam menjaga keistiqomahan. Untuk menjalankan keistiqomahan sangat diperlukan kesabaran dan Allah sangat menyukai orang-orang yang istiqomah.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai