Sabarnya Orang Sakit

Rasa sakit adalah bukanlah suatu hal yang harus dibenci, dihindari dan dikeluhkan. Bisa jadi rasa sakit yang kita alami bisa mendatangkan kebaikan di dalamnya. Tidak ada manusia yang tidak mengalami rasa sakit. Semua manusia pasti akan mengalaminya baik itu sakit yang dirasakan kecil maupun sakit parah. Namun hal tersebut kembali lagi pada diri setiap orang, apabila seseorang mensyukuri rasa sakit yang dialaminya maka ia akan lebih mudah menghadapinya. Sebaliknya, apabila seseorang tidak mensyukuri rasa sakit yang dialaminya bahkan lebih banyak mengeluh maka ia akan kesulitan menghadapi hal tersebut.

Banyak penyakit yang kadang-kadang menyerang manusia saat ini baik itu penyakit fisik maupun penyakit mental. Penyakit fisik yang sering terjadi pada seseorang berupa kanker, stroke, jantung dan lain sebagainya. Sedangkan penyakit mental yang biasa terjadi berupa stress, depresi dan lain sebagainya. Di saat kita terserang suatu penyakit, banyak dari kita yang hanya mengeluh dengan adanya penyakit tersebut. Kita tidak menyadari bahwa adanya penyakit tersebut disebabkan karena kita merasa tertekan dan tidak menerima segala yang telah di tetapkan oleh Allah. Padahal penyakit tersebut hanya sebagian sedikit ujian yang di berikan untuk menguji tingkat ketakwaan kita sebagai manusia. Seperti yang di katakan dalam Al-Qur’an bahwa :

“Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada tuhannya. “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.”” (QS. Al-Anbiya:83).

Yakinlah Allah menguji seseorang sesuai kesanggupannya. Kita tidak akan merugi atas ujian yang telah Allah berikan karena Allah mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Selain itu, di saat kita diberikan suatu ujian maka Allah juga mengirimkan solusinya. Begitu pun dengan penyakit yang menyerang kita, Insyaa Allah akan ada obat untuk menyembuhkannya. Kita hanya perlu bersabar selama kita berikhtiar dalam menyembuhkan penyakit tersebut.

Kita juga harus berusaha untuk tetap berpikiran positif agar tidak merasa tertekan dengan penyakit yang dialami. Ingat lah ketika kita sabar menerima penyakit yang menyerang kita dengan lapang dada, maka Allah telah meninggikan derajat kita. Namun, jika kita selalu berpikiran negatif dan mengeluh dengan kondisi kita, maka akan ada saja penyakit-penyakit lain yang muncul. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berprasangka buruk atau berpikiran negatif. Seperti hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW bahwa :

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya diri pada seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur, maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar, maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim No. 2999).

Dalam kondisi sakit, kita juga membutuhkan kesabaran untuk tetap beribadah kepada Allah. Kita tetap wajib menjalankan shalat karena shalat adalah perintah Allah yang tidak bisa ditinggalkan meskipun dalam keadaan lemah sekalipun. Dalam shalat kita berdoa semoga Allah mengangkat penyakit yang kita alami dan mengangkat dosa-dosa yang pernah kita lakukan selama kita hidup. Dengan begitu Allah akan mengangkat derajat dan meningkatkan ketaqwaan dalam diri kita.
Ketika kondisi kita dalam keadaan sakit, kita berjuang melawan penyakit tersebut agar bisa sembuh. Namun, ada kalanya pada kondisi-kondisi tertentu kita merasa capek dan menyerah dengan penyakit kita. Sakit yang dirasakan membuat kita menjadi lemah tak berdaya. Kadang kebanyakan orang juga mulai putus asa dengan penyakit yang mereka alami. Padahal kalau kita sadari bahwa apabila kita bersabar dan berusaha untuk tetap kuat, berdoa memohon kepada Allah serta berjuang untuk sembuh, Insyaa Allah akan mengangkat penyakit kita.

Ujian ketika sakit adalah salah satu tanda Allah menyayangi kita sebagai hamba-Nya. Allah akan menggugurkan dosa-dosa orang yang sakit dan juga mengangkat derajatnya. Oleh karena itu, tetaplah sabar ketika diberi ujian berupa sakit karena Allah Maha Mengetahui dan Allah tahu bahwa dibalik rasa sakit yang kita alami, ada hikmah yang bisa dipetik dibalik semuanya. Apabila rasa sabar sudah benar-benar tertanam dalam diri, dalam kondisi sakit bagaimanapun, dengan izin Allah kita pasti sanggup melaluinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa :

“Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundahgulanaan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari No. 5641).

Ingatlah kondisi sakit yang kita alami hanyalah ujian kecil yang Allah berikan agar kita selalu mengingat-Nya. Dibandingkan dengan ujian-ujian hidup orang-orang terdahulu yang sangatlah berat, namun mereka tetap sanggup melaluinya karena keimanan dan ketaqwaannya terhadap Allah. Kesabaran yang mereka miliki dalam menghadapi segala ujian hidup tidak memiliki batas. Karena kesabaran yang sesungguhnya adalah kesabaran tanpa batas.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai